NAAQS

Clean Air Act, aksi yang diamandemen pada tahun 1990, membuat EPA menetapkan National Air Quality Standards (NAAQS) untuk polutan-polutan yang dianggap berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Clean Air Act ini menetapkan 2 jenis standar kualitas udara nasional, yaitu Standar Primer dan Standar Sekunder.

Standar primer menentukan batasan-batasan untuk melindungi kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan dari populasi masyarakat “sensitif”, yaitu populasi masyarakat penderita asma, anak-anak, dan orang tua. Sementara Standar sekunder menentukan batas-batas untuk melindungi kesejahteraan publik, termasuk perlindungan terhadap penurunan visibilitas, kerusakan pada tanaman, vegetasi, bangunan, dan gangguan terhadap binatang.

Standar EPA dalam perencanaan kualitas udara (Office of Air Quality Planning and Standards-OAQPS) telah menetapkan Standar Kualitas Udara Ambien Nasional bagi 6 polutan utama, yang disebut sebagai polutan “kriteria”. Keenam polutan utama yang dimaksud akan dilampirkan dalam tabel di bawah ini. Satuan unit standar yang digunakan untuk mengukur polutan ini adalah parts per million volume (), milligram per meter kubik (mg/m3), dan mikrogram per meter kubik (µg/m3). Keenam parameter polutan yang diatur dalam NAAQS ini antara lain:

  1. Karbon Monoksida (CO)
  2. Timbal (Pb)
  3. Nitrogen Dioksida (NO2)
  4. Ozon (O3)
  5. Partikulat (PM), dan
  6. Sulfur Dioksida (SO2)

(1) Tidak boleh melampaui dari batas satu kali pertahun

(2) Keputusan yang disetujui pada 15 Oktober 2008.

(3) Untuk mencapai standar ini, konsentrasi rata-rata 3 tahun dari persentil ke yang terbaca pada tiap monitor dalam area tertentu tidak boleh melampaui 0.100 ppm (tertanggal 22 Januari, 2010).

(5) Untuk mencapai standar ini, konsentrasi rata-rata partikulat PM2.5 selam 3 tahun yang terbaca di monitor tidak boleh melampaui 15.0 µg/m3.

(6) Untuk mencapai standar ini, konsentrasi rata-rata selama 24 jam dari persentil ke 98 dalam suatu area yang terbaca di monitor tidak boleh melebihi 35 µg/m3 (tertanggal 17 Desember 2006).

(7) Untuk mencapai standar ini, konsentrasi rata-rata ozon selama 3 tahun yang dihitung berdasarkan konsentrasi maksimum rata-rata selama 8 jam yang terukur dalam tiap monitor terhadap suatu area tidak boleh lebih besar dari 0.08 ppm.

(b) Standar yang ditetapkan pada 1997 yang kemudian disempurnakan dalam standar parameter ozon yang ditetapkan pada tahun2008.

(c) Standar masih dalam proses pertimbangan EPA (ditetapkan pada March 2008).

(9) (a) EPA mencabut standar Ozon-1 jam bagi seluruh wilayah, walaupun beberapa wilayah masih mewajibkan penerapan aturan tersebut.

(b) Standar ini ditetapkan ketika angka yang diharapkan untuk konsentrasi maksimum rata-rata per jam untuk tiap hari dalam satu tahun yang berada di atas 0.12 ppm adalah < 1.

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: