AP 42

Peringkat faktor emisi di AP-42 memberikan indikasi dari Robustness, atau kesesuaian, faktor emisi berguna untuk memperkirakan emisi rata-rata untuk sumber dari suatu kegiatan. Biasanya, data tidak cukup untuk menunjukkan pengaruh berbagai parameter proses seperti temperatur dan konsentrasi reaktan. Untuk beberapa kasus, misalnya dalam memperkirakan emisi dari tangki penyimpanan minyak bumi, dokumen ini berisi rumus empiris (atau model emisi) yang berhubungan dengan emisi untuk variabel seperti diameter tangki, suhu cair dan kecepatan angin. Rumus faktor emisi yang
menjelaskan pengaruh variabel-variabel tersebut cenderung untuk menghasilkan perkiraan yang lebih realistis daripada rumus emisi factor  yang tidak mempertimbangkan parameter tersebut.

Tingkat kelengkapan dan detail informasi emisi di AP-42 ditentukan oleh informasi yang tersedia dari beberapa referensi yang telah banyak diterbitkan. Emisi dari beberapa proses lebih baik didokumentasikan daripada yang lain. Sebagai contoh, beberapa faktor emisi bisa catat  untuk proses produksi satu substansi tertentu: satu faktor untuk masing-masing langkah dalam proses produksi seperti netralisasi, pengeringan, penyulingan, dan operasi lainnya. Namun, karena kurangnya informasi yang di catat, hanya satu faktor emisi dapat diberikan untuk satu fasilitas produksi, meskipun mungkin emisi ada yang dihasilkan selama beberapa langkah proses. Mungkin ada lebih dari satu factor emisi untuk produksi zat tertentu karena tahapan produksi yang berbeda proses mungkin ada, atau karena menggunakan alat yang berbeda.

Pada kenyataan bahwa faktor emisi polutan atau proses yang tidak tersedia di EPA tidak menyiratkan bahwa instansi percaya sumber tidak mengeluarkan polutan atau sumber yang tidak boleh diinventarisasi, tetapi hanya bahwa EPA tidak memiliki cukup data untuk memberikan nasihat.

Faktor emisi di AP-42 yang tidak direkomendasikan EPA-batas emisi (misalnya, Best Available Control Technology atau BACT dan Lowest Achievable Emission Rate atau LAER) maupun standar (misalnya,  National Emission Standard for Hazardous Air Pollutants atau NESHAP dan  New Source Performance Standards atau NSPS). Penggunaan faktor-faktor ini sebagai sumber-spesifik yang diizinkan dan / atau sebagai peraturan yang diwajibkan tidak direkomendasikan oleh EPA. Karena faktor-faktor emisi
dasarnya mewakili rata-rata berbagai tingkat emisi, kira-kira setengah dari sumber subjek  akan memiliki tingkat emisi lebih besar daripada faktor emisi dan setengah lainnya akan memiliki tingkat emisi kurang dari faktor. Dengan demikian, apabila menggunakan factor emisi AP-42  sebagai ambang batas yang diizinkan  akan berakibat separuh dari sumber akan tidak memenuhi.

Selain itu, untuk beberapa sumber, faktor emisi dapat disajikan untuk fasilitas yang memiliki  fasilitas peralatan kontrol polusi udara di tempatnya. Faktor-faktor yang tercatat karena  dipengaruhi oleh teknologi pengendalian tidak  berarti mengekspresikan hal terbaik yang ada  atau state-of-the-art controls, tetapi lebih mencerminkan tingkat (typical)  data yang tersedia pada saat informasi dipublikasikan. Sumber biasanya diuji lebih sering ketika masih baru dan ketika mereka diyakini telah beroperasi dengan benar, dan  hasil yang didapat dari dua keadaan tersebut mungkin sangat berbeda.

Faktor Emisi

Faktor emisi merupakan nilai rata-rata suatu parameter pencemar udara yang dikeluarkan sumber spesifik. Faktor-faktor ini biasanya dinyatakan sebagai berat polutan dibagi dengan satuan berat, volume, jarak, atau lamanya aktivitas yang dapat mengeluarkan polutan. Adanya variasi tersebut, menimbulkan ekspresi faktor emisi dengan unit yang berbeda. Rumus umum untuk menghitung emisi adalah sebagai berikut,

E = A x EF x (1-ER/100)

di mana,

E = emisi

A = laju aktivitas

EF = faktor emisi

ER = efisiensi pengurangan emisi keseluruhan, %

Faktor emisi mungkin cocok untuk digunakan dalam situasi seperti membuat  perkiraan sumber emisi spesifik pada suatu area. Pendataan memiliki banyak tujuan termasuk pemodelan dan analisis disperse ambient, penembangan strategi control, penyaringan dalam studi kepatuhan. Penggunaan faktor emisi juga mungkin tepat di beberapa aplikasi, seperti dalam penentuan dan penerapan biaya izin operasi.

Selain itu, untuk beberapa sumber, faktor emisi dapat disajikan untuk fasilitas yang memiliki  fasilitas peralatan kontrol polusi udara di tempatnya. Faktor-faktor yang tercatat karena  dipengaruhi oleh teknologi pengendalian tidak  berarti mengekspresikan hal terbaik yang ada  atau state-of-the-art controls, tetapi lebih mencerminkan tingkat (typical)  data yang tersedia pada saat informasi dipublikasikan. Sumber biasanya diuji lebih sering ketika masih baru dan ketika mereka diyakini telah beroperasi dengan benar, dan  hasil yang didapat dari dua keadaan tersebut mungkin sangat berbeda

Tabel Contoh Faktor Emisi dengan Unit yang Berbeda

Energi / Energy
1 kw = 1.341 hp 1 Rp = 0.7457 kw
1 k cal = 3.968 Btu 1 Btu = 0.2520 k cal
1 k cal/kg = 1.80 Btu/lb 1 Btu/lb = 0.555 k cal/kg
Table A.1  Emission Factors of Fuel Combustion (g/106 Btu of fuel input)
Technology VOC CO NOx PM10 CH4 N2O CO2
Natural-Gas-Fired Technologies
Utility/industrial boiler: current 2.700 41.100 92.900 3.700 0.309 1.100 59,863
Utility/industrial boiler: future 2.700 41.100 39.100 3.700 0.309 1.100 59,863
Small industrial boiler: current 2.700 41.100 48.900 3.700 0.309 1.100 59,863
Small industrial boiler: future 2.700 41.100 15.600 3.700 0.309 1.100 59,863
Large gas turbine: current 1.400 3.700 78.200 3.600 0.309 2.500 59.922
Large gas turbine: future 1.400 2.500 39.600 3.600 0.309 2.500 59,924
Combined-cycle gas turbine: 1.400 3.700 78.200 3.600 0.309 2.500 59.922
current
Combined-cycle gas turbine: 1.400 2.500 39.600 3.600 0.309 2.500 59,924
future
Pipeline turbine 0.908 77.180 154.360 11.607 0.309 23.154 59,751
Stationary reciprocating engine: 560.690 379.847 1074.467 11.607 0.309 328.393 2.000 56,691
current
Stationary reciprocating engine: 61.290 331.420 871.680 11.607 0.309 289.047 2.000 58,432
future
NG flaring in oil field 50.200 17.610 31.710 1.320 0.309 0.130 59,754
LNG-Fired Technologies
Locomotive: current 175.000 140.000 300.000 0.824 0.000 20.000 58,322
HD truck 63.000 200.000 90.000 0.435 0.000 20.000 58,577
Residual-Oil-Fired Technologies
Utility boiler: current 2.460 16.200 103.700 6.150 129.642 0.910 82,677
Utility boiler: future 2.460 16.200 84.200 6.150 51.857 0.910 82,677
Industrial boiler: current 0.910 16.200 178.200 6.150 129.642 3.240 82,675
Industrial boiler: future 0.910 16.200 144.691 6.150 51.857 3.240 82,675
Commercial boiler: current 1.103 16.214 19.457 129.643 0.700 82,681
Commercial boiler: future 1.103 16.214 13.620 14.083 51.857 0.700 82,681
Barge: current 162.143 324.286 908.000 129.643 0.700 81,695
Barge: future 1.103 16.214 19.457 14.083 51.857 0.700 82,681
Diesel-Fired Technologies
Industrial boiler: current 0.710 17.700 84.700 3.530 12.607 0.180 80,402
Industrial boiler: future 0.710 17.700 35.300 3.530 12.607 0.180 80,402
Commercial boiler: current 1.200 17.700 70.600 3.810 12.607 0.760 80,399
Commercial boiler: future 1.200 17.700 35.300 3.810 12.607 0.760 80,399
Locomotive: current 250.000 350.000 1000.000 82.400 12.607 0.760 79,101
Stationary reciprocating engine: 40.860 459.600 2133.600 150.000 12.607 4.540 79,715
current
Turbine controlled 1.335 8.714 131.660 16.989 12.607 0.844 80,413
HDE truck 90.000 500.000 300.000 43.520 12.607 4.410 79,354
Farming tractor 90.000 334.000 939.000 43.520 12.607 4.410 79,615

NAAQS

Clean Air Act, aksi yang diamandemen pada tahun 1990, membuat EPA menetapkan National Air Quality Standards (NAAQS) untuk polutan-polutan yang dianggap berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Clean Air Act ini menetapkan 2 jenis standar kualitas udara nasional, yaitu Standar Primer dan Standar Sekunder.

Standar primer menentukan batasan-batasan untuk melindungi kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan dari populasi masyarakat “sensitif”, yaitu populasi masyarakat penderita asma, anak-anak, dan orang tua. Sementara Standar sekunder menentukan batas-batas untuk melindungi kesejahteraan publik, termasuk perlindungan terhadap penurunan visibilitas, kerusakan pada tanaman, vegetasi, bangunan, dan gangguan terhadap binatang.

Read more…

Parameter Pencemar Udara Kriteria

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem. Berikut adalah parameter pencemar udara kriteria beserta dampaknya terhadap kesehatan manusia, ekosistem dan lingkungan, tumbuhan, hewan serta material.

Gas Rumah Kaca

Gas Rumah Kaca dan Dampaknya

Gas rumah kaca (GRK) menjadi salah satu topik lingkungan yang amat penting akhir-akhir ini. Dampaknya pada perubahan iklim menjadikannya salah satu issue permasalahan lingkungan di dunia internasional. Gas rumah kaca menjadi penyebab terjadinya efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah proses masuknya radiasi dari matahari dan terjebaknya radiasi di dalam atmosfer akibat gas rumah kaca sehingga menaikkan suhu bumi. Efek rumah kaca pada proporsi yang tertentu memberikan kehangatan bagi semua makhluk hidup di permukaan bumi. Kalau tidak ada efek rumah kaca maka suhu rata-rata permukaan bumi diperkirakan mencapai – 18 oC. Bertambahnya Gas Rumah Kaca di atmosfer akan menahan lebih banyak radiasi daripada yang dibutuhkan bumi sehingga akan ada kelebihan panas. Sebagai akibat kelebihan panas ini terjadilah gejala pemanasan global (global warming) yaitu naiknya suhu permukaan bumi. Gejala ini juga diikuti naiknya suhu air laut, perubahan pola iklim seperti naiknya curah hujan dan perubahan frekuensi dan intensitas badai, dan naiknnya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub. Perubahan iklim yang terjadi akan menyebabkan kerugian yang besar bagi kehidupan manusia, seperti krisis air bersih, rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai, menurunnya produktivitas pertanian, dan meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Suhu bumi meningkat akibat adanya gas rumah kaca berlebih

Read more…

Sumber Pencemar Udara

Sumber pencemar di udara dapat digolongkan menjadi 2 yaitu kegiatan yang bersifat alami (natural) dan kegiatan antropogenik. Contoh sumber alami adalah akibat letusan gunung berapi, kebakaran hutan, dekomposisi biotik, debu, spora tumbuhan, dan lain sebagainya. Sedangkan pencemaran antropogenik banyak dihasilkan dari aktivitas transportasi, industri, rokok,  dari persampahan, baik akibat dekomposisi ataupun pembakaran, dan rumah tangga.

A. Sumber Alami (Natural)

1. Akibat Letusan Gunung Berapi

Pencemar yang dikeluarkan oleh gunung berapiPencemar yang dikeluarkan gunung berapi

Salah satu gas pencemar yang di hasilkan oleh gunung berapi adalah SOx.

2. Akibat Kebakaran Hutan

Ada beberapa bahan polutan dari pembakaran yang dapat mencemari udara, diantaranya adalah bahan polutan primer, seperti: hidrokarbon dan karbon oksida, karbon dioksida, senyawa sulphur oksida, senyawa nitrogen oksida dan nitrogen dioksida. Adapun polutan berbentuk partikel adalah asap berupa partikel karbon yang sangat halus bercampur dengan debu hasil dari proses pemecahan suatu bahan.

Kebakaran Hutan

B. Sumber Antropogenik

Sumber antropogenik ini biasanya berhubungan dengan proses pembakaran berbagai jenis bahan bakar, diantaranya: 1. Sumber tidak bergerak (stationary source), termasuk asap dari industri manufaktur, hasil pembakaran insinerator, furnace, dan berbagai tipe peralatan pembakaran dengan bahan bakar;

    Pabrik mengeluarkan asap pencemar udara

    2. Sumber bergerak (mobile source), termasuk kendaraan bermotor, pesawat, dan/atau kapal laut;

4. Asap dari penggunaan cat, hair spray, dan jenis pelarut lainnya;

Hairspray sebagai salah satu pencemar

5. Gas yang dihasilkan dariproses pembuangan akhir di TPA, yang umumnya adalah gas Metan. Gas metan ini memang tidak bersifat racun (toksik), tetapi gas ini termasuk gas yang mudah menyala (flammable) dan dapat membentuk senyawa yang bersifat eksplosive (mudah meledak) jika bereaksi dengan udara;

Gas metan yang flammable

6. Militer, seperti senjata nuklir, gas beracun, senjata biologis, maupun roket.

Senjata militer mengeluarkan pencemar udara